Friday, 29 May 2015

MACAM MACAM SENJATA TRADISIONAL

MACAM MACAM SENJATA TRADISIONAL
1. Mandau (Dayak, Kalimantan)
Mandau Senjata khas suku Dayak ini, lebih menyerupai sebuah pedang karena ukurannya agak  panjang. Mandau ini sangat populer bahkan sangat populer sampai ke luar negeri. Tak terbilang berapa banyak turis mancanegara yang membawa senjata 'Mandau' khas suku Dayak ini sebagai suvenir untuk dibawa  pulang ke negeri mereka. Beberapa kisah tragis tentang Mandau ini pun  pernah terjadi beberapa kali, pada saat  pertikaian antar suku-suku di kalimantan yang 'konon' telah memakan korban ratusan kepala manusia yang dipenggal oleh 'Mandau' ini.

2. Rencong (Aceh, Sumatra)
Rencong Senjata khas suku Aceh ini lebih menyerupai sebuah pisau karena ukurannya agak pendek. Rencong ini lumayan populer di kalangan  bangsa Indonesia, karena bentuknya yang unik. Rencong ini merupakan senjata para  bangsawan Aceh pada masa lalu, dan merupakan suatu kebanggaan dan tanda kejantanan bagi pemilik Rencong ini.

3. Keris (Jawa Tengah)
Keris Senjata khas suku Jawa, khususnya bagi masyarakat Jogja dan Jawa Tengah ini adalah suatu senjata yang mengandung nilai mistis dan sakral. Bagi masyarakat Jawa penganut aliran kejawen, bahkan keris ini dianggap memiliki jiwa dan harus dipelihara, dimandikan bahkan diberi makan ? lumayan aneh ... tapi itulah yang terjadi ! Keris ini memiliki panjang seperti sebuah  pisau, hanya saja bentuknya yang tergolong unik, karena bentuknya meliuk-liuk seperti seekor ular. Menurut kisah-kisah masyarakat Jawa Tengah, Keris ini merupakan kebanggaan bagi kaum  priyayi (kaum keraton) dan diselipkan di  pinggang sebelah kiri sebagai perlambang keperkasaan dan kebangsawanan.


PPC Iklan Blogger Indonesia

4. Kelewang (Sumatra Utara)
Kelewang Kelewang ini sebenarnya bukanlah senjata
 khas suku-suku di Sumatra Utara pada masa lampau, seperti Piso Surit atau Pedang Gajah Dompak. Kelewang yang lebih menyerupai  pedang panjang ini sebenarnya mulai dikenal  pada masa tahun 1900 an ... digunakan sebagai alat untuk merampok bagi kalangan perampok  pada masa lalu. Tercatat pada tahun 1980 an, di kota Medan, kelewang kerap dijadikan sebagai alat untuk  perkelahian antar preman ataupun antar organisasi.



 5. Badik (Bugis-Makasar, Sulawesi)
Badik Senjata pendek ini dinamakan 'Badik' bagi masyarakat Bugis-Makasar. Bentuk nya menyerupai pisau, dan hampir mirip dengan
 senjata khas Rencong milik suku Aceh. Badik ini mempunyai sejarah yang cukup lama sejak awal masa kerajaan-kerajaan di Sulawesi, sudah digunakan sebagai alat untuk membela diri maupun pertikaian antar individu maupun antar kelompok. Sepertinya Badik ini menjadi suatu bagian  bagi setiap pemuda Bugis-Makasar pada masa lalu, karena kemanapun setiap pemuda Bugis-Makasar pergi pasti selalu membawa Badik yang disembunyikan di antara celana dan  pinggangnya.


6. Kujang (Sunda, Jawa Barat)
Kujang Kujang adalah sejenis parang khas milik
 masyarakat suku Sunda pada masa lampau. Saat ini sudah jarang yang memiliki Kujang, karena sudah tergantikan oleh Bedok (Parang Kebun) yang lebih praktis. Kujang memiliki  bentuk yang tidak kalah unik dibanding Keris dan Rencong. Bagi masyarakat Jawa Barat yang kebanyakan berprofesi sebagai petani, maka sepertinya lebih efisien membawa Bedok.

7. Clurit (Madura, Jawa Timur)
Clurit Clurit ini sebenarnya hanya sebuah perangkat kebun biasa, digunakan sebagai alat untuk menebas/ memotong rumput bagi masyarakat Madura, untuk memberi makan ternak sapi. Tetapi tidak jarang Clurit ini pun digunakan sebagai alat untuk bertikai antar individu. Sering terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur para pelaku kejahatan menggunakan Clurit ini untuk merampok. Senjata ini cukup  praktis dan bentuknya menyerupai bulan sabit (melengkung dan tajam di bagian dalam),  praktis untuk digunakan sebagai alat berkebun. Di beberapa daerah lain di Indonesia seperti di Jawa Tengah dan Jawa Barat, clurit ini juga digunakan untuk kegiatan berkebun tapi dengan sebutan yang berbeda, yaitu Arit.




 8. Pisau Belati (Papua)
Belati Salah satu senjata tradisional di Papua adalah Pisau Belati. Senjata ini terbuat dari tulang kaki burung kasuari dan bulunya menghiasi hulu belati tersebut. senjata utama penduduk asli Papua lainnya adalah Busur dan Panah. Busur tersebut dari bambu atau kayu, sedangkan tali Busur terbuat dari rotan. Anak  panahnya terbuat dari bambu, kayu atau tulang kangguru. Busur dan panah dipakai untuk  berburu atau berperang

9. Parang Salawaki (Maluku)
Parang salawaki Parang Salawaki menjadi senjata khusus yang sering dipergunakan oleh penduduk asli Maluku dalam berperang melawan musuh. Salah satu perang yang mempergunakan senjata ini adalah ketika Kapitan Patimura dan rakyatnya perang melawan tentara Belanda.Parang berarti pisau besar, biasanya memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari  pisau, namun lebih pendek jika dibandingkan dengan pedang. Salawaki sendiri memiliki arti  perisai. Perisai adalah alat yang dipergunakan untuk melindungi diri dan untuk menangkis serangan senjata lawan


10. Pasatimpo (Sulawesi Tengah)
Pasa timpo Pasatimpo adalah sejenis keris yang bentuk hulunya bengkok ke bawah dan sarungnya diberi tali. Senjata ini sering digunakan oleh masyarakat setempat dalam tari-tari  penyembuh yang berfungsi sebagai pengusir roh-roh jahat. Kini, Pasa timpo lebih sering digunakan dalam tari-tari kepahlawanan. Fungsinya hanya untuk membesarkan jiwa  penarinya. Karena keris tidak digerakan tetapi cukup diikatkan saja pada pinggang penari sebagai hiasan.


 11. Sampari (Nusa Tenggara Barat)
Sampari Masyarakat di kabupaten Bima dan Dompu yang berasal dari satu etnis yaitu Mbojo, mendiami bagian timur pulau Sumbawa, mengenal tradisi menganugrahkansenjata (keris) kepada anak laki-laki menjelang di-khitan. Tradisi ini disebut Compo Sampari yang berlangsung sampai sekarang. Si anak yang telah dianugrahi (Compo) keris (Sampari) dari kakek-nya, selanjutnya melakukan Maka dengan ucapan sebagai  berikut : "Mada dau Raga, Wau Jaga Sarumbu" yang arti harfiahnya, saya laki-laki  jantan, sanggup menjaga diri atau membela diri.